Welcome

***Selamat datang di blog resmi Sofian Siregar*** Semoga blog ini bermanfaat. Mohon maaf kalau ada kata yang salah. Terimakasih telah berkunjung!
Showing posts with label Wacana. Show all posts
Showing posts with label Wacana. Show all posts

Tuesday, February 24, 2015

Perbedaan Rakyat, Masyarakat, Penduduk, Warga Negara dan Bangsa

Unsur konstitutif suatu negara adalah rakyat, wilayah atau teritori dan pemerintahan yang berdaulat. Istilah rakyat tidak asing lagi bagi kita. Namun beberapa orang terkadang menyebutnya penduduk, masyarakat, warga negara ataupun bangsa. Tidak sedikit juga orang yang sulit untuk membedakan istilah tersebut.

Kali ini penulis ingin memberikan coretan singkat untuk memberikan pandangan terhadap kelima istilah tersebut.


Tuesday, February 17, 2015

Pidana Mati Bali Nine Inkonstitusional

Sebuah Wacana: Pidana Mati Vs. Hak Asasi Manusia


Hukuman mati adalah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya.

Tidak sedikit negara yang masih memberlakukan hukuman mati untuk beberapa tindak pidana termasuk di Indonesia.

Apakah Indonesia terlahir dengan memberlakukan hukuman mati? Apakah hal tersebut sesuai dengan budaya luhur yang hidup dalam negara ini? Mari pikirkan kembali!

Studi ilmiah secara konsisten gagal menunjukkan adanya bukti yang meyakinkan bahwa hukuman mati membuat efek jera dan efektif dibanding jenis hukuman lainnya. Survey yang dilakukan PBB pada 1998 dan 2002 tentang hubungan antara praktik hukuman mati dan angka kejahatan pembunuhan menunjukkan, praktik hukuman mati lebih buruk daripada penjara seumur hidup dalam memberikan efek jera pada pidana pembunuhan. (wikipedia: hukuman mati)

Hukuman mati yang dikenal dengan istilah pidana mati masih marak di Indonesia seperti dalam kasus terorisme, narkotika, pembunuhan atau pembunuhan berencana, kejahatan politik, dan lainnya.

Nah. Kembali pada pertanyaan di atas.

Thursday, January 29, 2015

Sebuah Wacana Kepemimpinan : Kita dan Presiden


http://www.makemac.com/wp-content/uploads/2013/01/248712_424360624303847_2112040473_n.png


Presiden adalah suatu nama jabatan yang digunakan untuk pimpinan suatu organisasi, perusahaan, perguruan tingi, atau negara. Pada awalnya, istilah ini dipergunakan untuk seseorang yang memimpin suatu acara rapat (ketua). Tetapi kemudian berkembang secara umum menjadi istilah untuk seseorang yang memiliki kekuasaan eksekutif. Lebih spesifiknya, istilah “Presiden” terutama dipergunakan untuk kepala negara suatu republik, baik dipilih secara langsung, ataupun tidak langsung.*
  
Presiden Indonesia adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Sebagai kepala negara, presiden adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia. Sebagai kepala pemerintahan, presiden dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet, memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah sehari-hari. Presiden dan wakil presiden menjabat selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan. Ia digaji sekitar 60 juta per bulan.**
 
Apakah kita siap menjadi seorang pemimpin bangsa ini?

Tentu sebagai warga negara yang baik dan cinta tanah air, kita harus mengatakan siap. Karena kedaulatan negara kita dipertaruhkan oleh sosok pemimpin. Namun mungkinkah semua orang sekaligus memimpin dalam waktu yang bersamaan. Tentu jawabannya YA. Pemimpin untuk diri masing-masing. Tapi bukan untuk suatu bangsa yang besar seperti Indonesia.

Apakah kita mampu memimpin diri kita masing-masing?
Bagaimana seharusnya sosok seorang pemimpin?

Tuesday, January 27, 2015

Selamatkan! Dunia, Indonesia, Kita dan Saya


Bagaimana kamu menceritakan 'Empat Kata Selamatkan'!
Selamatkan dunia!
Selamatkan Indonesia!
Selamatkan kita!
Selamatkan saya!

My story:
Selamatkan dunia! Maka kita masih dapat menikmati anugerah Tuhan. Berjuang untuk hidup.
Selamatkan Indonesia! Maka kita masih dapat tinggal di negara yang berdaulat. Bebas dari belenggu. Bebas berkreasi.
Selamatkan kita! Maka kita kuat dan tidak dapat dipecah belah oleh siapapun. Damai dan sejahtera.
Selamatkan saya! Maka saya harus dapat mengendalikan diri dan dapat menerima perbedaan yang ada di sekitar. Mau belajar dan tetap rendah hati. :D

Bagaimana dengan ceritamu!

Sunday, January 25, 2015

Memandang Polri dan KPK Suatu Harmoni

Cicak Vs Buaya? Konfrontasi yang merupakan timbunan rasa tidak puas dan rasa tidak percaya terhadap bagian administrasi publik, lembaga penegak hukum di Indonesia, Kejaksaan & Kepolisian dengan KPK.

Apakah benar KPK diibaratkan sebagai seekor cicak? Bukankah KPK Lembaga Negara yang independen. Bebas dari pengaruh kekuasaan manapun.

Apakah benar Kepolisian diibaratkan sebagai seekor buaya? Bukankah Kepolisian berada dan tunduk di bawah kekuasaan presiden.