Welcome

***Selamat datang di blog resmi Sofian Siregar*** Semoga blog ini bermanfaat. Mohon maaf kalau ada kata yang salah. Terimakasih telah berkunjung!

Thursday, January 29, 2015

Sebuah Wacana Kepemimpinan : Kita dan Presiden


http://www.makemac.com/wp-content/uploads/2013/01/248712_424360624303847_2112040473_n.png


Presiden adalah suatu nama jabatan yang digunakan untuk pimpinan suatu organisasi, perusahaan, perguruan tingi, atau negara. Pada awalnya, istilah ini dipergunakan untuk seseorang yang memimpin suatu acara rapat (ketua). Tetapi kemudian berkembang secara umum menjadi istilah untuk seseorang yang memiliki kekuasaan eksekutif. Lebih spesifiknya, istilah “Presiden” terutama dipergunakan untuk kepala negara suatu republik, baik dipilih secara langsung, ataupun tidak langsung.*
  
Presiden Indonesia adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Sebagai kepala negara, presiden adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia. Sebagai kepala pemerintahan, presiden dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet, memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah sehari-hari. Presiden dan wakil presiden menjabat selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan. Ia digaji sekitar 60 juta per bulan.**
 
Apakah kita siap menjadi seorang pemimpin bangsa ini?

Tentu sebagai warga negara yang baik dan cinta tanah air, kita harus mengatakan siap. Karena kedaulatan negara kita dipertaruhkan oleh sosok pemimpin. Namun mungkinkah semua orang sekaligus memimpin dalam waktu yang bersamaan. Tentu jawabannya YA. Pemimpin untuk diri masing-masing. Tapi bukan untuk suatu bangsa yang besar seperti Indonesia.

Apakah kita mampu memimpin diri kita masing-masing?
Bagaimana seharusnya sosok seorang pemimpin?


KOMUNIKASI. Seorang pemimpin harus dapat mengirim atau menerima pesan. Ini merupakan syarat utama yang harus dimiliki seorang pemimpin. Mendapat pujian, sapaan, senyum, teguran dan bentuk komunikasi lainnya baik antar dua belah pihak atau lebih. Kemampuan komunikasi yang handal sangat dibutuhkan.

Mampukah kita berkomunikasi pada diri kita sendiri? Berkomunikasi untuk menahan diri terhadap perbuatan tercela, menyinggung perasaan orang lain, mementingkan diri sendiri, sok tahu, mudah terpengaruh pada orang yang memiliki uang atau kekuasaan, dan lain sebagainya.

Banyaknya godaan mungkin membuat hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan. Terlebih lagi pengetahuan yang minim yang akan berpengaruh pada komunikasi yang salah pada diri kita.

Lalu coba bayangkan seorang presiden. Selain harus mampu menaklukkan dirinya sendiri. Presiden juga harus mampu menaklukkan jutaan orang yang ia pimpin. Kemungkinan jutaan pola pikir juga. Belum lagi permasalahan internal maupun eksternal bangsa yang ia pimpin. Apakah itu perkara yang mudah? Tentu jawabannya tidak.

Coba kita pelajari kembali bagaimana kepemimpinan Soekarno, Soeharto, Habibie, Gusdur, Megawati,  dan SBY. Mereka semua telah mengetahui bagaimana rasanya memimpin suatu bangsa. Tentu mereka punya kelebihan dan kekurangan. Persamaan mereka adalah mereka berhasil mempertahankan kedaulatan negara sampai pada akhir masa jabatan mereka.

Lalu bagaimana Jokowi? Masa pemerintahannya yang masih seperti mangga muda. Tentu rasa asam. Bukan berarti mangga itu tidak untuk dimakan. Justru mangga muda yang enak dijadikan rujak. Dan bukan berarti Jokowi dengan cepat kita katakan tidak layak untuk memimpin. Semua butuh proses pembelajaran.

Kalau ada diantara kita dengan cepat menghakiminya. Tanyakan kembali dirimu. Apa yang telah kamu berikan pada negara? Apa kamu pernah memimpin jutaan atau katakan saja ratusan pola pikir yang sangat beragam? Sepertinya kita harus kembali menenangkan diri dan jalin komunikasi yang baik pada diri kita terlebih dahulu. Memahami tata berkomuniksi. Kalau komunikasi benar-benar terjalin pada diri kita masing-masing. Pasti tidak ada lagi orang yang mencari-cari kesalahan orang, menghakimi. Melainkan memandangnya dari sudut kebenaran yaitu hukum. Dan menyampaikan kritik dengan baik. Bukankah negara ini negara hukum? :D

PENGARUH. Seorang pemimpin harus dapat mempengaruhi orang lain dengan petunjuk atau perintah. Suatu cara untuk membuat orang lain mengerjakan sesuatu yang diinginkan.

Apakah kita disiplin diri dengan pekerjaan atau rencana yang telah kita susun sebelumnya? Banyak sekali orang yang menunda-nunda pekerjaan yang memungkinkan untuk dilakukan. Rasa malas memenangkan pertempuran dari semangat diri.

Mampukah kita mempengaruhi diri kita untuk mencapai suatu target yang optimal dalam hidup ini? Mempersiapkan diri untuk meraih cita-cita ataupun mencapai suatu kebahagiaan yang tak berbatas? Hal itu tentu membutuhkan perjuangan yang besar. Itu masih diri kita sendiri.

Bagaimana lagi posisi seorang presiden yang berusaha untuk membawa bangsa ini pada titik tertinggi cita-cita bersama Bangsa Indonesia. Menghadapi jutaan pengaruh dari rakyat dan pengaruh besar dari partai-partai politik di sekitarnya. Mempersiapkan diri untuk mempengaruhi balik semuanya secara keseluruhan adalah pekerjaan yang sangat sulit atau tidak mudah. Karena presiden juga seorang manusia. Bukan Tuhan.

Bagaimana dengan Jokowi? Banyak orang menyebutnya  boneka partai. Dibawah komando Megawati dan lain sebagainya.
Seorang presiden menjalankan tugasnya atas dasar konstitusi atau Undang-Undang Dasar 1945 bukan atas anggaran dasar partai politik atau pihak-pihak tertentu. Sehingga kita tidak perlu khawatir. Bukankah Undang-Undang Dasar perjanjian masyarakat antara pemerintah dengan rakyat. Hukum Dasar dan tertinggi.
Tidak satu partai yang menduduki kursi di DPR. Ada partai oposisi. Jadi presiden tidak dapat melenceng dari perintah konstitusi. Kalau tidak seorang presiden akan menghadapi pemakzulan. Jadi, dugaan yang mengatakan Jokowi mengikuti kata-kata Megawati. Itu sah-sah saja. Apalagi bila Jokowi memandangnya baik. Bahkan saran dari masyarakat biasa apabila dipandang baik dan dituruti oleh Jokowi adalah sah-sah saja. Selama tidak menyimpang dari Undang-Undang Dasar 1945 tentunya.

TINDAKAN. Seorang pemimpin harus mampu menggerakkan tim untuk mengubah  bentuk oraganisasi sosial menjadi organisasi bisnis. Tindakan yang membuat orang lain bertindak dan merespon serta berdampak pada perubahan positif.

Banyak orang hanya mampu mempersalahkan tindakan orang lain tanpa menyadari tindakan yang dilakukan. Jangankan untuk melakukan suatu tindakan. Bahkan tidak sedikit orang yang bersikap acuh tak acuh. Tidak melakukan apa-apa. Tetapi paling depan menghakimi orang atas tindakannya.

Pernahkah kita melakukan suatu tindakan yang akhirnya dapat menyenangkan hati banyak orang? Tentu perasaan kita sangat senang. Mendapat banyak pujian. Tetapi pernahkah kita gagal dalam suatu tindakan yang kita lakukan? Pasti kita sangat sedih. Mendengarkan banyak kritikan dan hinaan yang jelek tidak sedikit menusuk telinga kita. Tentu sangat mengesalkan. Terkadang perasaan benci menghampiri kita.

Bayangkan seorang presiden yang mau turun ke lapangan. Tidak memerintah di balik meja untuk selamanya. Dan suatu saat pencapaiannya tidak sesuai dengan harapan. Apakah kita yang pernah mengalami betapa sedihnya menghadapi kegagalan akan memaki-maki atau sebaliknya memberika masukan dan saran? Tentu kita masing-masing memiliki jawabannya.

INSPIRASI. Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan yang dinamis untuk memotivasi dan mengkoordinasikan tim atau kelompok mencapai tujuan. Mempunyai inspirasi untuk membuat tim fokus pada tujuan yang diinginkan.

Apakah kita memiliki tokoh yang menjadi inspirasi dalam hidup kita? Tentu ada. Jadi mengapa itu tidak kita jadikan sebagai pondasi untuk kita mengembangkan diri kita menjadi inspirasi bagi orang-orang lain. Daripada seperti banyak kelompok/kumpulan, orang, atau apapun mereka disebut. Pemikiran yang selalu ingin memecah-mecah, provokasi, atau membeber-beberkan kesalahan orang lain walau itu kesalahan yang sangat kecil agar dipandang hebat oleh orang yang membaca. Padahal orang-orang memandangnya sebaliknya. Sangat disayangkan.

PERCAYA DIRI. Seorang pemimpin harus memiliki rasa percaya diri.

Sekarang kita tahu kalau kita semua adalah seorang pemimpin atas diri kita sendiri. Oleh karena itu, mari kita tumbuhkan rasa percaya diri dalam diri kita untuk dapat memimpin dengan baik. Siapa tahu suatu saat nanti kita akan menjadi salah satu pemimpin bangsa ini. Mari kita mulai dengan diri kita sendiri.

Bericaralah kalau kamu mengerti apa yang kamu bicarakan. Pelajarilah jika hal itu masih kabur dalam pikiranmu. Tidak ada yang mau dikejar. Hebat? Cerdas? Tentu tidak. Lakukan bagianmu selebihnya biarkan hukum yang berbicara.

Mari dukung hukum dan keadilan!!!

No comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar dengan baik!